Bupati Purwakarta lecehkan Al Quran

Umat Islam menyerbu kantor bupati Purwakarta, dikarenakan bupati purwakarta Dedi Mulyadi tersebut mengatakan dengan mendengarkan alat  musik kecapi suling bisa mengingatkan kita kepada Allah bagi yang memaknainya , tapi tidak memberikan jaminan mendengar ayat suci Al Quran akan  menggetarkan hati.

Wargapun tersinggung karena bupati terkesan dengan menyamakan Al Quran dengan  alat musik kecapi suling , mereka sempat merusak atribut hasil karya bupati Purwakarta, bahkan masapun membakar photo bupati purwakarta, masapun memaksa bupati meminta maaf kepada umat muslim.

Masa umat islam mengancam jika bupati berdiam diri menyikapi tindakannya yang telah melecehkan  islam, maka umat islam purwakarta akan membuat laporan tindakan penistaan agama ke kantor kepolisian , bahkan masa pun mengancam bupati purwakarta Dedi Mulyadi  akan lengser dari jabatannya.

Sumber berita trans 7 siang Jum`at 15 Agustus 2008

17 Tanggapan

  1. “Sesungguhnya orang-orang beriman itu jika disebut Nama Alloh bergetar hatinya, dan jika dibacakan kepada mereka ayat-ayat Nya (Al Qur’an) bertambahlah imannya…”

    ‘Suara seruling itu sebagaian dari suara2 syaithan (mengundang hadirnya syaithan)..’

    Dedi Mulyadi??

  2. Purwakarta tidak akan diridhoi oleh Allah SWT selama Dedi Mulyadi masih memimpin Purwakarta…..

  3. Hanjakal pisan uing milih Bupati Dedy kamari, uing ngilu ngaras dosa, Astagfirllah aladzim….
    Mun nyaho agamana masih dangkal, teu sudi teuing uing milih manehna…..
    Pa Dedy geura tobat saacan musibah nimpa ka masyarakat purwakarta….

  4. sekalian aja ‘ngeiat firm porno’ jadi inget surga dan ngeliat diri sendiri (maksudnya si bupati bekaca) jadi inget setan gondoruwo plus inget neraka….kalau dia memaknainya heheheeh dasar bupati gendeng

  5. Bupati gendeng, masih pantaskah orang ini jadi pemimpin ….?

  6. pa dedi punten abdi bade tumaros,,,
    pami bapa teh islam sanes???
    lamun sanes uih weh kalembur bapak da abdi mah alim dipimpin ku sanes orang islam

  7. “enya lah matak na oge hese jadi pamingpin teh, komo lamun geus aya codeka ka masyarakat mah, salah ngomong saeutik oge matak jadi mamala. kahayang teh ari pamingpin mah kudu saeutik ngomong loba gawe, komo lamun urusanna jeung hate masyarakat mah, riweuh tah…

  8. Ini dia bisnis sederhana, tapi cukup menjanjikan :
    http://www.formulabisnis.com?id=Firayuni

  9. Maneh mah kawalat ded!, loba teuing dosa, jadina nete semplek nincak semplak tungtungna moal lila deui ngagubrag heueuh. buka tah bendo teh!

  10. euu……………………..aya2 wae karak ge jadi bupati kalakuanna geus jiga kitu komo munjadi presiden….
    atuh bagaimana kumaha ini teh???????
    ari mang dedi (sudi teuing kudu nyebut bapa…!!!) teh eling teu ngomong jiga sato kitu….
    bel teh siah………………………

  11. Yeuh dengekeun sia Dedi, maneh tong coba2 ngahancurkeun Islam di Purwakarta, Aing pesen ka Sia, Lamun emang teu bisa ngomong masalah agama, bikeun ka ahlina. maneh teh ti kampung, alias Subang

  12. Syariat Islam Tidak Bikin Orang Susah Tambah Susah

    Tabloid SUARA ISLAM EDISI 51, Tanggal 5 – 18 September 2008 M/5 – 18 Ramadhan 1429 H

    Diriwayatkan bahwa baginda Rasulullah SAW. suatu hari sedang menempuh perjalanan di bulan Ramadhan. Di tengah jalan beliau menjumpai seorang lelaki yang sedang berteduh di bawah sebuah pohon sambil menuangkan air pada tubuhnya. Maka beliau bersabda: “Mengapa orang ini?”

    Para sahabat menjawab: “Orang itu sedang berpuasa”.

    Maka baginda Rasulullah SAW. ber-sabda: ”Tidak dianggap kebaikan orang yang berpuasa saat bepergian”.

    Sungguh pernyataan Rasulullah SAW. di atas merupakan bentuk keringanan (rukhshah) bagi orang yang sedang beper-gian untuk tidak berpuasa. Sebagaimana firman Allah SWT: ”…maka jika di antara kalian ada yang sakit atau dalam per-jalanan (lalu dia berbuka), maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang dia tinggalkan itu pada hari-hari yang lain” (QS. Al Baqarah 184).

    Tentang bolehnya orang yang beper-gian jauh (lebih dari jarak safar) untuk tidak berpuasa diperjelas dalam hadits Rasulullah SAW: ”Jika mau maka berpuasalah, dan jika kamu mau maka berbukalah”.

    Tentu dalam implementasinya tergan-tung situasi kondisi perjalanan itu. Jika kondisi perjalanan seseorang di bulan Ramadhan itu ringan atau tidak terlalu berat, maka berpuasa lebih baik baginya. Ini sesuai dengan firman Allah: ”..Dan jika kamu berpuasa maka itulah yang lebih baik bagimu jika kamu menge-tahuinya” (QS. Al Baqarah 184).

    Namun jika kondisi medan perja-lanannya berat, seperti yang terjadi pada seorang di tengah perjalanan di padang pasir sebagaimana yang dijumpai oleh baginda Rasulullah SAW, maka tidak berpuasa adalah lebih baginya.

    Itulah syariat Islam tidak bikin orang susah tambah susah. Dalam sebuah hadits Nabi saw. menyatakan: ”Agama Islam itu mudah”. Juga kepada para penguasa yang diutus untuk menjabat memelihara urus-an umat di suatu wilayah atau kota, Nabi SAW berpesan: ”Mudahkanlah (mereka) dan janganlah engkau persulit, gembira-kanlah (mereka) dan janganlah engkau hardik”.

    Tentu saja kemudahan syariat agama Islam bukan berarti pelaksanaannya bisa dimudah-mudahkan atau dijalankan dengan sembarangan. Tidak. Misalnya, tidak boleh seorang berpuasa memulai dari jam 7 pagi dan berbuka jam 5 sore. Atau misalnya dia ganti jadwal puasanya dari maghrib hingga subuh. Jelas ini tidak memenuhi ketentuan waktu ibadah puasa menurut sunnah Rasulullah SAW. Demi-kian juga misalnya, pergi haji dia ganti, daripada susah-susah ke Mekah, lalu diganti haji ke Jakarta dengan thawaf di Monas dan Sa’i di Stasiun Gambir. Jelas ini tidak memenuhi ketentuan syariat tentang lokasi ibadah haji.

    Syariat itu mudah, namun jika ditam-bah dan dikurangi atau diubah-ubah berdasarkan hawa nafsu manusia, tentu akan menjadi susah. Misalnya saja, jual beli dicampur riba. Pinjam-meminjam yang merupakan kebaikan dan refleksi dari saling tolong diganti dengan sistem pinjam ribawi. Industri dan perdagangan sektor riil yang halal diganti dengan sistem bursa saham yang penuh aroma judi dan riba. Maka baik secara parsial maupun total, berbagai bentuk penyim-pangan dari syariat Allah tersebut pasti akan menghasilkan kehidupan yang susah. Sebab tindakan mengikuti hawa nafsu dengan mengingkari syariat Allah berarti suatu bentuk penentangan ter-hadap peringatan Allah SWT. Sedangkan Allah SWT telah memberikan peringatan: ”Siapa saja yang berpaling dari peringa-tan-Ku, maka sesungguhnya akan men-dapatkan penghidupan yang sempit” (QS. Thaha: 124).

    Kini jelaslah, kehidupan susah kaum dluafa yang terlilit utang ribawi alias terjerat rentenir, maka sepanjang hidup-nya dia akan menjadi budak yang bekerja keras untuk membayar cicilan utang plus bunganya. Dalam skala negara, kekayaan alam yang merupakan milik rakyat secara bersama habis dikuras oleh para kapitalis asing yang telah memberikan utang kepada pemerintah dengan riba yang kelihatannya kecil dan berjangka panjang dengan ditambah konsesi penguasaan atas kekayaan tambang minyak, gas, emas, dan kekayaan alam lainnya. Sepanjang hidup tahun-tahun berganti APBN dan pemerintahan, semua untuk digunakan untuk mengabdi pada kaum kapitalis imperialis tersebut. Bayangkan, untuk bayar riba tahun ini saja, di APBN kita dialokasikan sejumlah 97 triliun rupiah. Itu baru bunganya, dan itu diluar keuntungan mereka dengan berbagai kekayaan alam yang mereka sedot.

    Wal hasil, bangsa Indonesia hidup di atas bumi yang kaya raya, namun kehi-dupannya miskin. Ini tentu saja karena tidak mau mengatur kehidupannya sesuai syariah, Wallahua’lam! [muhammad al khaththath/www.suara-islam.com]

  13. ANJING sia dedi kadieu lah gelut jueng aing??
    sia mah ulah mimpin PURWAKARTA heula weh??
    sia mah minpin wasit maen bola heula weh??
    sia pasti moal wejes KOPLOK??
    sia teh ISLAM lain mun sia wani ka aing ??
    ku aing sia di gebugan arek sia??
    mede FUCK tah sia DEDI wejes tuh sia??

    DEDI MURTAD

  14. heh si DEDI ,,

    sparing lah jueng aing yu,,

    gelut jeung aing,,

    ari sia wani mah,,

    haruepeun indung sia ge aing mah wani ANJING,,

    sok haruepuen pendopo KOPLOK,,

    sia saacan ngomong kitu sia gelut heula jueng aing,,

    jaga ta cungur teh ,,

    dasar cepot dengdek,,

  15. ded ari sia kunaon…..
    aing pejuh keneh tapi aing ngarasa teu pnts nybut bapak
    k sato mah,,,!!!

    kumaha mun aing nggoroan ka sia “BABI”

    gera balik sia babi k tempat asal sia d SEPITENG

  16. mungkin lahirnya di puterin suling
    makanya lebih cinta suling

  17. saya sebenarnya lahir di neraka..
    agama saya duit
    kitap saya suling
    anak saya maling
    ahlak saya mirip anjing
    saya blasteran antara iblis dan setan
    lahir dari vagina bau pete jengkol
    dan sperma bapak gua juga expayer
    yahh..
    akhirnya saya jadi bajingan getooo

Tinggalkan Balasan