Pantun Adat Melayu Sewaktu Mengantar Menikah Seorang Pemuda Kerumah Pihak Wanita

Pantun ini merupakan Pantun Adat Melayu yang di laksanakan takkala mengantarkan mempelai laki-laki kerumah mempelai perempuan. Dari pihak laki-laki di ketuai oleh seorang pemuka Masyarakat atau pun orang yang di segani di kalangan rombongan tersebut.

Sebelum sampai di rumah mempelai perempuan , rombongan mempelai laki-laki sudah di sambut oleh pihak keluarga perempuan dengan membawa seorang kepala rombongan. Sebelum

memasuki halaman mempelai perempuan terlebih dahulu pihak laki-laki membuka dengan sebuah pantun dan nanti akan di jawab dengan pantun pula oleh pihak pengantin perempuan

 

Pantun pembuka oleh pengantin laki-laki

Assalamualaikaum kamiucapkan

Padamu tuan saudari sekalian

Kami datang bersama rombongan

Mana yang salah mohon di maafkan

 

Jawaban Pantun pertama bagi  mempelai perempua

Waalaikum salam kami ucapkan

Padamu tuan saudari sekalian

Apakah maksud dengan tujuan

Datang ke mari bersama rombongan

 

Pantun kedua mempelai laki-laki

Maafkan kami tuan dan puan

Jikalau terdapat segala kekurangan

Kedatangan kami ada tujuan

Mengantarkan mempelai kerumahtuan

 

Jawaban pantun kedua oleh pihak wanita

Bukannya kami tak menerima

Kedatangan mempelai bersama keluarga

Bolehkah kami numpang bertanya

Mempelai siapa yang tuan bawa

 

Pantun ketiga dari laki-laki

Mengapa lagi tuan bertanya

Kepada kami sanak keluarga

Apakah tuan pura-pura lupa

Kami membawa mempelai pria

 

Jawaban ketiga buat wanita

Kalau benar coba jelaskan

Di hadapan kami keluarga perempuan

Tanggal berapa cobalah ingatkan

Kapanlah pula dia di nikahkan

 

Pantun keempat bagi laki-laki

Kalau berjumpa orang yang bijak

Bersoal jawab saja kami hendak

Diapun lupa berpura-pura

Kalaupun ingat di bilang tidak

 

Jawaban memepelai perempuan

Bukanlah kami orang yang bijak

Bersoal jawab pun kami tak ondak

Kalau tuan pun mau mengajak

Apa yang di tanyo akan kami jawab

 

Pantun kelima laki-laki

Soal jawaw kita lipakan

Karena itu membuat kekacauan

Mempelai kami sudah di nikahkan

Maka dari kami antarkan

 

Jawaban pihak perempuan

Kalaulah benar sudah menikah

Coba buktikan apa tandanya

Tolong katakan pada kami semua

Mempelai tuan siapa namanya

 

Pantun keenam laki-laki

Kalaulah nama yang tuan Tanya

Alangkah sedap di dengar telinga

………………………………..itulah namanya

Di …………………………..tempat tinggalnya

 

Jawaban pihak perempuan

Kami sekeluarga merasa gembira

Dapat menantu…………………………namanya

……………………………………nama istrinya

di……………………………….tempat tinggalnya

 

pantun ke tujuh laki-laki

darilah tadi kami bercanda

melalui pantun adat budaya

rasanya kaki ingin melangkah

berduduk sila kami di dalam rumah

 

jawaban dari pihak perempuan

janganlah tuan terburu-buru

cobalah lihat di depan tuan itu

pitalah merah penghalang pintu

inilah tuan adatnya melayu

 

pantun kedelapan pihak laki-laki

memang inilah adatnya melayu

melanggar adat kami tak mau

tolonglah kami di beri tahu

apa maksudnya pita merah itu

 

jawaban perempuan

rupanya tanda sudah di kasi tau

apa yang ada di pita merah itu

guntingnya pun sudah ada disitu

kalau di potong bayarnya 100 ribu

 

pantun kesembilan pihak laki-laki

tidakkah tuan merasa kasihan

memotong pitapun meminta pembayaran

kami kesini tak bawa perbekalan

datang kemaripun kami berjalan

 

jawaban pihak perempuan

kamipun juga merasa kasihan

karena tuan datang berjalan

100 ribu uang pembayaran

Supaya mempelai dapat di sandingkan

 

Pantun kesepuluh pihak laki-laki

Sekali lagi kami katakan

Mohonlah kami diberi jalan

Biar bercerai nyawa dibadan

Asal mempelai dapat di sandingkan

 

Jawaban pihak perempuan

Kalaulah ituyang tuan pinta

Kami pun juga merasa hiba

Ambillah gunting potonglah pita

Semua rombongan silakan melangkah

 

Pantun kesebelas pihak laki-laki

rupanya tuan orang pemurah

menyuruh kami memotong pita

terjalinlah sudah hubungankeluarga

maafkankami mana yang salah

 

terakhir di jawab oleh pihak perempuan

Silakan masuk padamu mempelai

Juga rombongan yang sudah sampai

Kami menyambut dengan bunga rampai

Tarian dan lagu  sudah selesai

 

Keterangan pantun ke enam pihak laki-laki , yang bertanda seperti ini……………. adalah untuk mengisi nama dan tempat tinggalnya, dan jawaban pihak perempuan pun di beri nama dan nama istrinya dan alamatnya.

Di ambil dan di kutip dari seorang sesepuh atau orang tua di kampung kami yang bernama Ahmad Batu Bara gelarannya

2 Tanggapan

  1. MAKSUD HATI MAU NONTON
    TAPI LUPA PAKAI SANDAL
    PANDAI JUGA KAMI BEPANTUN
    TAPI JAK PAKAI HAPAL

  2. ya, saya juga pernal merasakan acara seperti ini ketika abang saya menikah. tetapi pantun ini kalau tidak salah namanya pantun kapal.

    salam kenal,

Tinggalkan Balasan