Ringannya hukuman bagi para koruptor dibanding pencuri ayam membuat mereka para koruptor tidak pernah jera,
perlu terobosan hukum untuk memponis mati mereka dengan cara di gantung ataupun ditembak. Yang di lakukan pemerintah dan komosi pemberantasan korupsi belakangan mulai menimbulkan apatisme masyarakat , betapa tidak pemberantasan korupsi di bumi pancasila ini cenderung menjadi Jargot , untuk servis bagi pejabat Negara atau tebar pesona bagi politisi, betapapun banyak tersangka korupsi ditangkap dan sejumlah kasus terungkap di exsekutif legislative maupun yudikatif tetep saja tidak cukup membuat sang pelaku jera.
Kejaksaan Agung sendiri terkesan merasa perlu mencuci lembaganya dengan mengungkap kasus korupsi baru di sejumlah lembaga pemerintahan maupun BUMN , di hari ulang tahunnya . apa yang di harapkan dari institusi penegak hukum yang gagal membersihan lingkungannya sendiri.
Rendah sangsi hukum dengan kurungan maksimal 5 tahun penjara dianggap sebagai alasan bagi koruptor untuk tidak gampang jera sebab terbebas dari terali besi para koruptor bisa lebih leluasa menikmati hasil jarahannya
Wacana hukumanmati bagi koruptor belakangan mulai di tawarkan, sekalipun pilihan ini gampang di benturkan dengan alasan tidak manusiawi atau melanggar hak asasi manusia.
Pakar hukum sangat setuju dengan hukuman ini yaitu Rudi Satrio dan Denny Indrayana (ketua pusat kajian anti korupsi UGM)
Kalau saja hukuman mati dengan melesatkan satu peluru di kepala atau jantung koruptor semacam ini dianggap lebih banyak membawa manfaat dari pada mudratnya bagi bangsa ini, tentu akan membuat para koruptor dan calon koruptor berpikiur ulang , suka atau tidak bangsa ini memang membutuhkan pilihan tegas dan keberanian untuk menetapkan hukuman mati bagi para koruptor, jika tidak jangan banyak bermimpi membersihkan korupsi dari negeri ini
Sumber berita trans7 siang
DIarsipkan di bawah: ASAHAN, Al Amin Nst, Berita, Pejabat, SUMUT, artis, berita duka, berita nasional, hukuman mati, indonesia, kejahatan, kerusuhan, korupsi, koruptor, kriminal, masyarakat, medan, pemerintah, pemerintah SBY/KALLA, pendidikan, penipuan, politik, suap




Kalo blm bisa hukuman mati, ya minimal hukuman di atas 20 th atau seumur hidup dan di buinya di LP Nusakambangan.
Kayaknya cukup membuat jera koruptor dan calon koruptor..
Kalo gitu Mutilasi Idup-idup aja
yang penting bukan hukuman mati kan?
serahin aja ke si ryan tuh
hehehehe
jangan di hukum mati , kasihan anak bininya , hukum aja seumur hidup biar tau rasa ….. itu koruptor
iya sii, kalo kita liat dari segi HAM, hukuman mati kayanya terlalu sadis ya?
tapi negara kita emang perlu ketegasan hukum, kalo kata saya filterny pemerintahan soeharto ada bagusnya juga!
udah saatny kita membenahi negara tercinta ini..
Hukuman mati memang cocok galicok, dan harus dilaksanakan untuk koruptor. Bila ada yang mengatakan hukuman mati bertentangan dengan ham maka ayo kita ramai-ramai bersama-sama melakukan korupsi.
coooooooooooooooooooooocoooooooooooook hukuman mati aku setuju
harus pak saya setuju banget
o iya saya salah satu admin bloggersumut
kita minta kontaknya bole pak
dikirim ke email bloggersumut atau ke email saya
untuk konfirmasi acara kopdar
dah gabung di milis kita ?
satu kata untuk koruptor kelas kakap hukuman mati,
penegakan hkum hrus tegas dan tak ada kompromi