
Rupanya Tanda-tanda dunia akan di kiamatkan oleh Allah sudah Nampak sekarang “ diantaranya nanti di akhir jaman tanda-tanda mau kiamat adalah banyak yang mengaku sebagai nabi” Pada jaman Rasulk dulu banyak yang mengaku sebagai nabi, dan sekarang di Bandar lampung pun ada yang mengaku dirinya Nabi, dengan alas an mendapat wahyu dari Allah.
Dia adalah Candra Adnan Rasyad si nabi Palsu, mengaku dirinya Nabi dan mendapat wahyu dan memperdalam ilmu agama, ajarannya dia sebarkan luaskan kepada keluarga dan tetangga dengan Dakwah keliling, Istri dan anaknya yang pertama mengakui dirinya sebagai nabi.
Nah tugas kita adalah membenteng hal tersebut jangan sempat ajarannya menyebar luas di masyarakat dan khususnya daerah kita masing-masing.
Barang siapa ada mengaku nabi selain nabi Muhammad SAW, sesungguhnya mereka itu tidak lagi seorang muslim, sebab seorang muslim (Islam) mengaku bernabikan Nabi Muhammad SAW , yaitu nabi dan Rasul yang terakhir dan tidak ada nabi sesudah nabi Muhammad SAW dan tidak ada yang di sembah kecuali Allah SWT.
Sumber berita TRANS7 12.00 siang 13 Juni 2008
DIarsipkan di bawah: ASAHAN, Berita, FITNAH, berita bohong, indonesia, info batu bara, kejahatan, kriminal, nabi palsu, pelecehan, pelecehan agama, pelecehan islam, pembohong, penipuan, politik, trans7




Sekalipun dalam kondisi miskin, janganlah mencari uang dengan cara menerima pesanan menjadi nabi palsu. Terlalu hina kedudukan anda (yang mengaku dirinya para nabi palsu)di mata manusia, terlebih dalam pandangan Allah swt.
Bertaubatlah sebelum anda dan pengikutnya yang sesat menyesali perbuatan anda semua.
bagus bagus bagus. dakwahnya dipelancar teruslah. biar umat muslim khususnya di Indonesia tidak terpengaruh dengan hal-hal seperti itu.
ALLAHU AKBAR!!!!
GANTUNG SAJA TUH SI NABI PALSU CANDRA ADAN, ATAU PANCUNG………………….
ALLAHU AKBAR….
Betul. Jangan pernah kita percaya ada nabi setelah nabi muhammad. Karena beliu sudah mendapat gelar SAW solallohu Alaihi Wa salam ( Nabi Penutup).
Lagi pula seorang yang diangkat sebagai nabi tentu mulai dari lahirnya sudah mempunyai tanda tanda kenabian/keistimewaan. Apa keistimewaan dari Adnan Rasyad mulai dari anak-anak sampai sekarang?
Jika terlahir sama seperti kebanyakan orang biasa tentu bukan nabi namanya
Ya Allah , hamba berlindung kepadamu dari segala bentuk kemunafikan
amin
Artinya :
“Hai kaum kami dengarkanlah orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah kepadanya niscaya Allah mengampuni kamu akan dosa-dosamu dan menyelamatkan kamu dari siksaan yang pedih”. (Al Ahqaf, ayat 31)
Ayat tersebut di atas Allah telah mengatakan agar kamu sekalian manusia (kaum); tidak perduli kamu dari golongan apapun, apakah itu Hindu, Budha, Nasrani atau yang lain bahkan Islam itu sendiri, juga apakah itu orang Thariqat, hakikat, syariat, atau ma’rifat dsb. Allah memerintahkan kamu agar mengikuti Orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah (beriman) kepadanya. Artinya orang itu hanya semata-mata mengajak kamu kepada Allah bukan mengajak kamu kepada yang lain, apakah itu ilmu ataupun amal yang selama ini kamu jalani. Lebih jelasnya buat kamu sekalian, bahwa Orang Itu sebenarnya mengemban tugas dari Allah untuk
menyatukan umat dan untuk membesarkan Allah semata-mata. Dan percayalah (beriman) kepadanya sebab dialah Orang yang menjelaskan ayat-ayat Tuhan kepadamu, dan seorang Khalifah dimuka bumi untuk diikuti dan menjadi petunjuk dan pedoman bagi kamu selaku manusia
Artinya :
“Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertaqwa dan supaya kamu mendapat rahmat”. (Al A’raaf ; 63)
Dan tentang kedatangannya kamu tidak usah heran atau bingung apalagi meragukannya, melainkan kamu dituntut ikut kepadanya,
Orang Itu merupakan kabar gembira bagi orang yang percaya (beriman), sekaligus peringatan bagi orang yang ingkar (kafir), untuk apa dibuatkan demikian!. Supaya dia memberi pringatan kepada kamu sekalian manusia sekarang ini, seperti dahulupun telah pula ada orang yang memberi peringatan seperti ini agar kamu benar-benar bertakwa dan mendapat rahmat dari Allah SWT.
Jangan lagi kamu katakan sekarang ini, apabila Orang Itu membacakan Kalam-kalam Qadim (Al Qur`an), kamu mengatakan “ini dulu, sekarang mana ada lagi seperti ini”, Sebab :
Artinya :
“Ketika dibacakan kepadanya ayat-ayat kami mereka berkata ini hanya dongengan orang-orang dahulu kala”
(Al Qalam; 15)
Kenyataan kamu memang demikian sering kali mengatakan apa yang ada di AlQur’an itu hanya untuk orang dahulu, jika begitulah hal keadaannya kamu berikan saja Kitab ini kepada orang dulu, padahal sebenarnya “Alqur’an itu tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. Yang lebih hebatnya lagi sekarang ada segelintir orang yang pandai dalam berbahasa arab mereka bahkan sanggup menjual ayat-ayat Al Qur’an dengan harga yang sedikit,
Kami sangat menegaskan kepada saudara-saudara, tuan-tuan, dan umat manusia yang lain, untuk berpikir dan menggunakan akalnya dan lihatlah apakah dirimu itu yang tergolong orang-orang yang mendustakan ayat-ayatnya serta menolak dan mengingkari kedatangan Orang Itu.
Jika demikian bersegeralah kamu kepada taubat dengan sebenar-benar taubat bagaimanakah itu ? datangi Orang Itu. Rasullullah SAW bersabda : “setelah Aku ini ikutilah ulama karena ulama itu adalah pewaris para nabi”. Kamu memang dituntut untuk percaya tidak sebatas kepada rasul saja namun kepada penerusnya apakah itu Ulama , Khalifah, Imam, Syeikh, Saksi, yang mereka itu semua adalah pemimpin umat, yang kedatangan mereka harus kau ikuti bukan malah sebaliknya, menentangnya.
Dan memang banyak dalam riwayat dikisahkan kedatangan orang-orang itu, manusia dimuka bumi atau kamu senantiasa menolaknya, Syeikh Abdurrauf Singkli (Syeikh Kuala ) Aceh diusir dari kampungnya, Imam Ghozali difitnah bahkan dimusuhi, Imam Syafii dicambuki oleh Sultan hanya untuk mengatakan Al Qur’an ini Qadim (sedia) Syeikh Besilam juga demikian difitnah memakan harta murid-muridnya, dan sekarang telah datang dikotamu penerusnya yang membacakan ayat-ayat Al Qur’an kepadamu dengan nyata, namun kamu lempari rumahnya dengan batu bahkan kamu musuhi dan mengatakan itu ajaran sesat. Apakah kamu yang benar itu ?
Jika kamu benar ajaklah manusia kepada Allah jika kau sanggup, kamipun akat ikut kepadamu jika kau benar!.. karena kita tidak buat umat berpecah belah namun agar jadi satu dan bertasbih kepada Allah serta membesarkan agamanya dan menguatkannya, tapi kalau tidak bisa mengapa kamu harus menyombongkan diri. Itu menandakan bukan kamu orang yang dimaksud itu!… mengerti.
Ketika mereka (Imam, Syekh, Ulama) itu wafat kamu selalu memujinya, padahal sebagian kamu bukan pengikutnya ketika itu, bisa jadi penentangnya, yang lebih tololnya lagi kuburannya pun kamu sembah (Syeikh Abdurrauf Singkli) bahkan ada yang Memberikan uang (duit) (syeikh Besilam). Entah apa yang ada didalam otak manusia ini dikiranya hal yang demikian akan membawakan berkah dan rahmat baginya, padahal ayat tersebut diatas sudah jelas ketika ia hiduplah kamu ikut kepadanya (percaya) maka kamu dapat rahmat, kalau sudah wafat apanya yang sama kamu?, ikutilah penerusnya. Dan sekarang telah ada orang yang menyeru kepada Allah apakah kamu tetap pada pendirian kamu ?.. jika demikian tunggulah janji Allah terhadap orang-orang yang menolak kedatangan Orang Itu.
Dan Allah SWT berfirman:
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal Allah belum membuktikan siapa-siapa orang yang berjihad diantara kamu dan siapa yang sabar”
(Ali Imran ; 142)
ayat tersebut diatas Allah sangat menekankan dan sangat mempertegas tentang hal siapa orang-orang yang berhak masuk surga. Jika belum nampak bagi Allah bahwa kamu berjuang untuk-Nya, maka jangan kamu katakan kamu masuk surga. Terkadang dan kebanyakan dari manusia ini selalu mangatakan hal demikian, bahkan ada yang mengatakan “kami tidak akan disentuh api neraka melainkan hanya sebentar saja!…., Kapan kamu mendapat janji dari Allah bahwa kamu tidak akan masuk neraka sehingga Allah tidak memungkiri janjinya “(Al Baqarah, 80)
Bagaimanakah berjanji kepada Allah ? , sangat mudah sekali, kamu datangi saja Utusannya (Rasul), atau penerusnya (Pemimpin) yang dari kamu itu, nah dia itulah yang akan mengambil janji kepadamu sehingga kamu sudah berjanji kepada Allah.
Itulah yang dinamakan kamu mengambil janji dari sisi Allah atau Tali Allah atau Waliullah, maksud dari sisi Allah atau Tali Allah itu bukan seperti yang ada dalam otak kamu, jangan berpikir nanti tali Allah itu terjulur dari langit kebumi, bukan…bukan itu. Namun tali Allah itu maksudnya adalah penerus-penerus risalah ketuhanan baik itu dari Adam As sampai kepada Muhammad SAW anak ‘abdullah dan Dari Muhammad SAW anak ‘abdullah sampai kepada para ulama dan Pemimpin-pemimpin umat seterusnya.
Jadi demikian yang dapat kami sampaikan, sebagai kesimpulan jika kamu menolak bahkan menentang kedatangan orang itu atau penerus itu maka sungguh Allah menetapkan Azab yang pedih, dan kami mengkhabarkan hal demikian untuk menyatakan kepada tuan-tuan dan saudara-saudara sekalian bahwa pemimpin dan orang itu telah datang dikota ini yang menjelaskan dan membacakan ayat-ayat Tuhan itu dengan nyata kepada kamu sekalian.
Dan kami juga menyimpulkan ambillah janji dari sisi Allah, agar apapun yang kamu katakan memang tidak dusta lagi, jika tidak, Allah sendiri akan mengazabmu dan jangan pernah lagi mengatakan bahwa kamu akan masuk surga padahal kamu tidak pernah berjihad. Bahkan kamu lebih mencintai harta benda, istri-istrimu, anak-anakmu, bapak-bapakmu, nenek-nenek moyangmu daripada Allah. Maka nyatalah bagi kami bahwa kamu adalah pembohong yang besar.
Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku
Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri –sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar. Sungguh hal demikian adalah membuat kerusakan dimuka bumi.
Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang berilmu juga alim.
biar aja candra begituan, emang kita ini Tuhan bisa menghakimi, klo dia mengganggap dia tuh Nabi sah-sah aja lagi, lagian pula nabi-nabi terdahulu hanya diakui oleh manusia, apa buktinya klo Muhammad tuh Nabi..kan hanya dari Alquran. Brangkali Pak Candra akan buat kita baru yang mengatakan bahwa dia tuh nabi.
Terima aja lagi..kita tidak bisa menghakimi bahwa tuh ajaran sesat, karena faktor kebiasaan kita beragama.
Mari “ANALISIS” & Kumpulkan FAKTA, Kemunculan NABI Baru/Aliran2 SESAT…
http://myquran.org/forum/index.php?topic=29251.195
4 hariyanto:
pernyataanmu gak logis. Seorang (misalnya) kristen tidak mungkin menyeru orang lain untuk menyembah Allah swt, karena ajarannya tidak mengijinkan untuk itu. Jika ia lakukan itu, maka persaksiannya sebagai umat kristen akan batal. Dan implikasinya tidak berarti bahwa setiap orang yang mengaku nabi pasti benar. Mislanya, saya datang kepada anda, mengajak anda untuk menyembah Allah swt, kemudian mengaku nabi, apakah anda akan percaya begitu saja? Padahal kenyataannya, saya tidak pernah mendapat wahyu. Bisikan yang saya dengar, bisa saja lahir dari kekacauan neurotransmitter di otak saya. Umpama kemudian seorang psikiater dan dokter sayarf membuktikan bahwa saya gila, apakah anda akan tetap menganggap saya nabi, hanya berbekal kesaksian saya?
Saya rasa anda terlalu gegabah dalam mengambil sikap. Dalam Al Quran, jika ada orang yang mengaku nabi, maka umatnya akan mengujinya untuk membuktikan kenabiannya. Adakah bukti nyata yang ditunjukkan Candra? Mukjizat, misalnya?
Buat rudi gunawan:
Jika seorang wanita mengaku istri anda dan membawa anak yang katanya hasil hubungan kalian, apakah anda masih akan bilang “Biar aja ia begituan.” Pengakuannya akan mebingungkan banyak orang, maka ia wajib mempertanggungjawabkannya. FYI, nabi2 terdahulu gak cuma berbekal omong doank trus diakui umatnya. Ada stempel kenabian yang disebut sebagai MUKJIZAT. Gak bisa donk tiap orang mengaku nabi langsung kita terima mentah2. Umpama anda punya putri, kemudian diminta seorang pemuda yang mengaku masih jejaka, punya pekerjaan tetap, dan sudah punya rumah, masa iya tidak dicek dulu sebelum diterima? Coba buka kitab suci anda Pak, pasti ada tanda2 yang membedakan seorang nabi yang benar dari yang palsu.
ada juga penipuan berkedok ilmu metafisika atau paranormal yang diketuai oleh Syaiful m maghsri, kunjungi http://www.bioenergicenter.wordpress.com dan http://www.bioenergicenter.blogspot.com pebipuan yang akan kami bongkar ini bernilai ratusan juta bahkan milyaran rupiah, hati-hatilah dan kunjungilah webblog yang sudah kami cantumkan untuk melihat penipuannya
4 dady, ketahuilah! dulu awal mula nabi Muhammad dan para nabi sebelumnya juga di dustai bahkan diperangi tapi dengan bergulirnya waktu, lama kelamaan barulah mayoritas menerimanya sebagai nabi, adapun alasan mainstrem umat yang mengaku islam menganggap nabi muhmmad sebagai nabi terakhir adalh qs.33;40. yang dimaksud muhammad di ayat ini bukan hanya sebatas muhammad yang 14 abad yang lalu tapi manusia terpuji yang ada di setiap zamannya, dialah juru bicara tuhan dan akhir/kunci para pembawa berita/nabi di zamannya. kalau anda mengatakn tidak ada lagi nabi setelah 14 abad yang lalu ini doktrin lama yang harus diluruskan karena umat sebelumnya juga menggunakan doktrin ini, contoh orang yahudi mengatakn tidak ada nabi yang paling besar setelah musa sehingga mereka mengingkari yesus sebagai juru bicara tuhan, kemudian orang nasrani mengatakan yesus anak tunggaal Allah sehingga mereka menolak kehadiran muhammad sebagai rosul Allah sekarang maistrem mengatakn tidak ada lagi rosul setelah 14 abad yang lalu, ini laguu lama. ketahuilah musa, yesus,muhammad sebenarnya satu, smua mereka adalah perwujudan Tuhan yang diutus ke dunia ketika moral manusia telah rusak, manusia telah cinta materi sehingga banyak kerusakn di muka bumi, sekarangpun tuhan senantiasa mengutus rosulnya qs.28;59 agar dien Allah menang pasti Allah mengutus pesuruhNya qs.62;9, jika cinta kebenaran ikutilah Aku, karena aku adalah jalan, hidup dan kebenaran.