Ujian Nasional (UN) 2008 baru saja berakhir, hasilnya menuai banyak kontropeksi , dari yang menjual lembar jawaban sampai dengan tertangkapnya beberapa oknum guru dan kepala
sekolah. Seperti yang terjadi di Deli Serdang Sumatera Utara dan Beberapa Kota di Indonesia, beberapa orang guru harus berurusan dengan pihak yang berwenang karena telah menjual Lembar Jawaban ujian tersebut, yang paling banyak di lakukan oknum-oknum tersebut menjual memakai Handphon melalui SMS, yang harganya berkisar antara Rp 100.000 dan seterusnya.
Di samping itu ada juga beberapa orang guru yang sengaja memberikan Kunci Jawaban dengan sukarela yang terjadi di beberapa sekolah dengan alasan “ supaya muridnya dapat lulus menjalankan ujian Nasional dan dapat melanjutkan sekolah” ujar beberapa guru yang di wawancarai oleh satu stasiun televisi
Padahal siapa yang menjual atau membocorkan kunci jawaban UN 2008 akan ditindak pidana berarti harus berurusan dengan polisi dan pengadilan. Buat pembelaan para guru yang member kunci Jawaban dengan suka rela perlu di tinjau kembali untuk memberikan sangsi , bukannya bebas tetapi perlu dipertimbangkan akan kepeduliannya terhadap muridnya malah sebaliknya yang menjual dengan harga tertentu akan di tindak lanjuti.
Sumber berita tvone
DIarsipkan di bawah: Berita, Guru-guru, SUMUT, UN, Ujian Nasional, pemerintah, pendidikan, penjualan kunci jawaban, sokolah




boss bs mt pengumuman hasil uan th ini gak ……???
kl mangdah di umum kan q harus masuk web apa boss …….??